mkk

Author Archives: mkk

Penyakit Gagal Jantung dan Cara Mengatasinya

Gagal jantung atau sering disebut gagal jantung kongestif(Congestive Heart Failure) merupakan sebuah kondisi  ketika otot jantung melemah sehingga tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Pada kondisi ini  darah yang dipompa keluar dari jantung memiliki laju yang lebih lambat daripada laju darah yang kembali masuk ke dalam jantung. Hal ini akan mengakibatkan cairan menumpuk pada jaringan.

Gagal jantung

Gagal jantung bisa terjadi karena beberapa faktor pemicu antara lain serangan jantung koroner, terganggunya ritme jantung, terganggunya otot jantung (kardiomiopati), peradangan otot jantung (miokarditis), kerusakan katup jantung, penyakit hipertensi, hipertiroidisme, anemia, penyakit diabetes mellitus, dan cacat jantung bawaan sejak lahir.Beberapa gejala yang sering terlihat pada penderita adalah sesak nafas, tubuh penderita terlihat lelah dan payah, serta terjadi pembengkakanpada pergelangan kaki atau tungkai kaki. Penderita juga akan sering buang air kecil pada malam hari, mual-mual, nyeri perut, dan kurang nafsu makan.

Umumnya beberapa gejala tersebut diabaikan karena sebagian besar penderita mengira hanya kelelahan atau penurunan stamina saja, jadi biasanya penyakit baru terdeteksi jika sudah tergolong parah dan penderita selalu ingin menghabiskan waktunya untuk beristirahat karena kelelahan yang dirasakannya. Bagi Anda yang mengalami beberapa gejala tersebut disarankan untuk segera melakukan cek kesehatan ke dokter.

Jika tidak segera ditangani, maka gagal jantung bisa mempengaruhi fungsi organ lainnya, antara lain organ ginjal. Kegagalan menyuplai darah yang cukup ke seluruh tubuh termasuk kurangnya suplai darah pada ginjal menyebabkan ginjal akan gagal mengekskresi garam dan air sehingga tubuh akan menahan banyak cairan kotor yang seharusnya dikeluarkan. Selanjutnya cairan  akan menumpuk pada organ paru-paru, hati, dan usus, yang tentunya akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Berdasarkan jangka waktu berkembangnya gejala,  penyakit ini  terdiri dari dua yaitu gagal jantung kronis dan gagal jantung akut. Pada gagal jantung kronis gejala penyakit akan berkembang secara bertahap dalam rentang waktu yang lama. Sedangkan pada gagal jantung  akut, gejala perkembangan penyakitnya relatif lebih cepat.

Gagal jantung akut bisa terjadi tanpa gejala awal sebelumnya, sehingga penderita secara tiba-tiba mengalami gejala yang sudah tergolong parah. Banyak terjadi kasus gagal jantung akut yang mengharuskan penderita untuk rawat inap di rumah sakit karena tergolong kasus emergency dimana penderita memerlukan  penanganan yang lebih serius dan pengawasan dari dokter spesialis.

Untuk menangani penyakit gagal jantung, tahap pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan obat penghambat ACE yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Pada penderita yang juga mengalami hipertensi  umumnya dokter akan memberikan jenis obat Beta blockers yang sekaligus berfungsi untuk menstabilkan tekanan darahnya. Jika cara-cara pengobatan tersebut tidak memberikan hasil memuaskan,  umumnya dokter akan menempuh jalan operasi atau cangkok jantung ( transplantasi jantung) untuk menyelamatkan hidup penderita. bisa juga coba kutus kutus untuk pengobatan alternatifnya.

Maka, sebelum hal itu terjadi pada Anda lakukan tips berikut ini untuk mencegah timbulnya penyakit gagal jantung;

  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Mengkonsumsi sumber makanan yang kaya zat besi seperti sayuran yang berwarna hijau tua dan susu
  • Menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan makanan berlemak, serta   mengurangi asupan garam
  • Olahraga secara teratur untuk menjaga berat badan tetap ideal
  • Tidak merokok dan hindari paparan asap rokok
  • Hindari minuman beralkohol

Demikian ulasan mengenai penyakit gagal jantung, cara pengobatan, dan pencegahannya. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Penyakit Asma, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyakit asma adalahpenyakit yang menyerang organ pernafasan, yakni terjadinya peradanganpada saluran nafas atau bronkus sehingga penderitanya menjadi sukar bernafas. Asma bisa terjadi dalam rentang waktu yang panjang, dan efeknya berbeda-beda pada setiap penderita tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Asma juga tergolong penyakit kambuhan yang bisa kambuh sewaktu-waktu namun  bisa diminimalisir  apabila pengobatan dilakukan secara rutin.

cara mengatasi penyakit ashma

Bronkus merupakan organ pernafasan yang bertugas  untuk membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Pada bronkus terdapat kelenjar yang secara otomatis akan menghasilkan mukosa (dahak) apabila tubuh mendeteksi adanya sesuatu yang mengganggu paru-paru, seperti kotoran atau debu. Pada penderita asma, bronkus akan lebih sensitif sehingga sangat peka terhadap apa pun di sekitarnya. Hal ini menyebabkan bronkus lebih mudah mengalami radang dan paru-paru mudah mengalami iritasi. Saat penderita asma mengalami kambuh, maka saluran nafasnya akan menyempit dan kelenjar akan memproduksi dahak lebih banyak. Selanjutnya penderita terlihat mengalami beberapa gejala seperti sesak nafas, nafas berbunyi (mengi), dan batuk-batuk.

Umumnya penderita asma telah terdeteksi penyakitnya saat masih anak-anak. Gejala bisa saja tetap muncul atau menghilang sementara waktu, tergantung tingkat keparahan penyakitnya dan kondisi kesehatan masing-masing individu. Namun suatu ketika penyakit ini bisa kambuh saat penderita beranjak dewasa.

Banyak yang beranggapan bahwa penyakit asam menular, namun hingga kini penyebab asma belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, penyakit ini merupakan penyakit keturunan dan tidak menular. Jadi penderita asma mendapatkan penyakit ini dari orangtuanya dan kelak bisa menurunkan penyakit ini pada salah satu anaknya.

Beberapa faktor yang bisa memicu timbulnya serangan asma, antara lain  udara yang dingin, bulu-bulu  hewan, debu, asap rokok, asap pembakaran sampah, asap kendaraan, serbuk sari, bedak, alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu, infeksi paru-paru yang disebabkan karena penyakit flu atau demam, serta olahraga yang berlebihan.  Penderita asma harus paham dan menghindari beberapa faktor pemicu tersebut sebagai antisipasi penyakit asma dan pencegahannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk selalu membawa  inhaler (obat hirup untuk membantu meringankan gejala asma).

Penyakit asma harus ditangani secara benar, sebab jika dibiarkan saja bisa membahayakan jiwa penderita. Pertama, harus selalu berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui tingkat keparahan penyakitnya. Dokter akan memeriksa penyakitnya dan memberikan obat yang sesuai, antara lain inhaler. Inhaler merupakan jenis obat hirup yang berfungsi untuk melonggarkan saluran nafas. Inhaler dihirup melalui mulut dan bekerja efektif mengirimkan obat asma secara langsung menuju paru-paru. Dokter akan mengajari cara penggunaan secara benar, karena inhaler terdiri dari beberapa jenis dengan cara kerja yang berbeda.

Inhaler ada dua jenis yaitu inhaler pereda asma dan inhaler pencegah. Inhaler pereda asma berisi obat jenis short-acting beta2-agonist, salbutamol atau terbutaline. Sedangkan inhaler pencegah asma berisi obat-obatan seperti budesonide, mometasone, beclometasone, dan fluticasone. Pemakaian inhaler dianjurkan 2-3 kali seminggu. Untuk mencegah asma juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan antara lain Theophylline dan Leukotriene receptor antagonist. Jika penderita telah melakukan berbagai cara pengobatan tersebut, namun penyakit asma tidak kunjung reda maka dokter akan memberikan obat jenis steroid,Omalizumab, atau Bronchial thermoplasty namun penggunaannya harus dalam pengawasan dokter. cara alternatif yg bisa di pakai untuk mengobati penyakit ashma adalah menggunakan minyak kutus kutus.

Disamping melakukan beberapa cara pengobatan tersebut, penderita juga perlu menjaga kondisi tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, melakukan olahraga ringan, beristirahat yang cukup, serta menghindari beberapa faktor yang bisa memicu timbulnya serangan asma. Apabila mematuhi  anjuran ini, maka penderita bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara nyaman tanpa khawatir penyakit asmanya akan kambuh.

 

Halo! Klik salah satu CS dibawah untuk melakukan chat via WhatsApp.